Postingan

Membangun Pendidikan Humanis Melalui Mindset Humanis

Gambar
Sebagai pelajar dan pengajar, aku secara langsung merasakan dan melihat banyak fenomena-fenomena di dunia pendidikan Indonesia. Tentu banyak hal baik yang kudapatkan dari proses pendidikan, diantaranya mendapat kesempatan bersekolah di tempat yang memungkinkanku belajar banyak. Tetapi tentu, banyak juga kekurangannya. Aku melihat kesenjangan dalam pendidikan, dimana yang berduit mempunyai posisi lebih menguntungkan dalam pendidikan formal. Pendidikan yang dilakukan bertahun-tahun, namun gagal diamalkan dalam kehidupan nyata. Pendidikan yang terobsesi pada nilai nominal, pendidikan yang terbatas pada buku pelajaran. Pendidikan yang menyeragamkan kita bagai robot. Pendidikan yang tidak digunakan untuk mengembangkan individu, melainkan mempermudah kepentingan golongan tertentu saja. Intinya, aku melihat proses “pendidikan” yang tidak benar-benar memahami hakikat pendidikan. Hal ini mengusik dari perspektifku sebagai mahasiswa sekaligus guru. Aku pun mencoba menelisik permasalahan ini ...

Menjadi Guru MI/SD

Gambar
Dua jurusan mirip-mirip; Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Keduanya adalah jurusan untuk menjadi guru kelas pada jenjang pendidikan dasar. Tapi terkadang saya bingung dengan kurikulum yang ditawarkan dalam meniti profesi sebagai guru MI/SD. Saya merasa bahwa jurusan kami sebetulnya tidak begitu relevan keilmuannya untuk disuruh mengajar mata pelajaran seperti Matematika, IPA, atau Agama, yang saya rasa membutuhkan basic ilmu setara S1 ilmu tertentu. Contohnya, kita tentu kalah pengetahuan tentang IPA dan MTK nya dibandingkan mereka yang kuliah S1 jurusan Pendidikan MIPA. Kedalaman dan keluasan ilmu tentu berbeda.  Dan dalam pelaksanaannya ternyata memang betul, saya sendiri tak terlalu menguasai IPA dan Matematika. Lalu kemudian, apa yang dapat kuajarkan pada anak-anak kalo cuma setengah-setengah? Kenapa ada jurusan seperti PGMI dan PGSD?? Toh kami tidak "sekompeten" itu mengajar mata pelajaran. Pada rekrutmen lowongan kerja ...

Evaluasi Belajar?

Gambar
Seperti mahasiswa jurusan pendidikan lainnya, saya diwajibkan untuk mengambil mata kuliah Evaluasi Pembelajaran. Sebuah mata kuliah yang sangat penting, karena selama ada sekolah, pasti ada yang namanya tes evaluasi. Tentu saja sebagai guru kita akan senantiasa dihadapkan dengan pembuatan soal tes bukan? Mata kuliah ini mempelajari pembuatan soal beserta teknik-teknik penilaian. Banyak hal yang saya pelajari di mata kuliah ini, menyadarkan saya betapa dunia evaluasi belajar ternyata kompleks dan membutuhkan banyak perhatian.  Dan hari ini kami ditugaskan membuat soal tematik. Tidak ada yang aneh dari mata kuliah ini, materinya terstruktur, dosennya pintar. Hanya saja, ada satu yang mengganjal ketika saya melihat kompetensi dasar yang diberikan sebagai panduan saya membuat soal.. Kompetensi yang diberikan sulit, bahkan bagi saya yang sudah berkuliah. Lebih sedih lagi, soal ini sulit karena bersifat hafalan dan sak klek . Apakah anak anak kelas 5 dapat mengerjakan soal yang begitu ...

Ditengah Gempuran Administratif, Bisakah Kita Tetap Bertahan?

Gambar
Saya tak pernah merasa pembelajaran saya membosankan. Saat merancang RPP dan media belajar selalu saya upakan agar menarik. Tetapi ketika melihat layar gmeet yang menampakkan beberapa anak menguap di kelas.. Saya tercenung. Saya tahu saya harus mencari cara lain yang takkan membuat mereka mengantuk.  Saya tahu betul perasaan dan alasan mereka mengantuk, tidak fokus melihat layar. Tentu saya mengetahui ini karena saya juga sering mengalami ini ketika diajari dosen. Saya dapat menebak alasan mengapa mereka mengantuk, terlepas usaha saya merancang media belajar yang menarik. Saya kurang melibatkan mereka dalam pembelajaran.. Dan karenanya, saya harus kembali mencari cara-cara lain untuk melibatkan mereka secara lebih interaktif. Apakah evaluasi ini diberikan oleh guru yang menilai cara mengajar saya? Tidak.. terlihat beliau tidak begitu mempermasalahkan hal itu. Begitu juga teman teman saya yang mengajar lama-lama. Daripada itu, mereka malah mempermasalahkan jika waktu ceramah di ...

Subsistem Masyarakat Terpelajar di Indonesia

Gambar
Masyarakat Terpelajar.. Apa sih maknanya? Kita sering menemui istilah tersebut di buku-buku sejarah. Ternyata, istilah "masyarakat terpelajar" tidak hanya diartikan sebagai kumpulan individu yang berpendidikan saja lho. Kumpulan individu ini dapat dipahami sebagai sebuah subsistem dari sistem yang besar, yaitu negara. Untuk memahami subsistem masyarakat terpelajar di Indonesia, yuk simak penjelasannya berikut ini! Latar Belakang Menurut KBBI, pendidikan adalah suatu proses, cara, dan perbuatan mendidik. Pendidikan mempengaruhi masyarakat, sebab aspek kehidupan masyarakat sering kali dipengaruhi oleh pendidikan yang didapatnya. Hubungan antara pendidikan dan masyarakat dapat dilihat dari proses dan pola interaksi yang saling timbal balik (Damsar, 2011).  Masyarakat terpelajar turut berkembang dan menjadi sistem sosial yang semakin besar. Karenanya, peran masyarakat terpelajar sangat penting dalam sistem sosial di Indonesia. Subsistem masyarakat ini turut bersinergi dengan ...

Sejuta Manfaat Membaca Untuk Anak

Gambar
Kenapa anak SD zaman sekarang susah sekali membaca? Tidak dapat dipungkiri, anak SD zaman sekarang susah sekali disuruh membaca buku. Benar tidak? Coba saja lihat para bocil-bocil sekolah dasar yang ada di sekitarmu. Kalau mereka sedang punya waktu luang, apa yang dilakukan? Yang perempuan biasanya main TikTok, sedangkan yang laki-laki main plipayer . Tidak jauh jauh dari gadget. Yah maklumlah, generasi Y. Mereka sudah tidak asing lagi dengan yang namanya teknologi. Tapi sayangnya, para bocil-bocil di Indonesia sebagian besar sulit sekali memanfaatkan teknologi untuk yang berfaedah, contohnya membaca. Membaca apa saja lah, bisa buku, artikel, atau berita. Meski aneh juga sih menyuruh anak kecil membaca berita dari HP, tetapi teknologi jangan hanya dipakai untuk tujuan yang menghibur terus dong. Sayang sekali melihatnya. Ada HP dan jaringan internet, tetapi tidak pernah digunakan untuk belajar membaca. Mungkin bisa juga sih belajar tanpa membaca, seperti lewat tayangan youtube atau ga...

Peluang Bisnis Pendidikan Sebagai Konten Kreator Youtube di Masa Pandemi

Gambar
Kita sudah perhatikan sendiri betapa pendidikan di masa pandemi berkembang pesat lewat media daring. Lantas, apa yang ada untuk kita? Peluang bisnis pendidikan melalui media daring, dong! Berikut adalah paparan kenapa menjadi konten kreator YouTube pendidikan di masa pandemi Covid-19 jadi peluang yang bisa kita manfaatkan. Internet dan YouTube Saat ini peran internet semakin penting dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan politik di dunia global. Setiap tahun internet semakin memengaruhi kehidupan umat manusia, dan kenaikan jumlah pengguna internet tersebut juga dialami oleh indonesia. Menurut hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang dilakukan pada Juni 2020, pengguna internet di Indonesia sebesar 196.7 juta dari dari total populasi. Ini berarti penetrasi internet di Indonesia sebesar 73.7%, lebih dari setengah penduduk yang ada sudah menggunakan internet. Pada masa pandemi COVID-19, penggunaan internet yang besar ini semakin meningkat. Dalam survei yan...