Postingan

Kembali ke sekolah. Mau pakai protokol seketat apapun ok, asal kembali ke sekolah!

Gambar
  Ini adalah kekhawatiran bertumpuk dari saya, seseorang yang risau melihat keadaan dunia pendidikan di Indonesia sejak pandemi Covid-19 melanda. Saya khawatir pada peserta didik yang harus belajar jarak jauh di masa pandemi ini. Saya adalah peserta didik, adik saya adalah peserta didik, dan anak-anak SD yang saya ajarkan juga peserta didik. Kami memang berbeda jenjang, berbeda umur. Tetapi di masa pandemi ini, kami menghadapi hal yang sama; belajar jarak jauh. Saya melihat dan merasakan sendiri banyaknya kesulitan yang terjadi. Mulai dari hal fisik seperti keterbatasan perangkat serta skill teknologi, efektivitas belajar, dan keadaan lingkungan dan sosial. Izinkan saya memaparkan beberapa alasan mengapa belajar jarak jauh harus kita tiadakan dan KBM sekolah kembali dilaksanakan.   Pertama, keterbatasan perangkat dan skill teknologi terhadap belajar jarak jauh. Bukan rahasia lagi bahwa ini masalah akut ketika belajar jarak jauh. Karena belajar daring dianggap solusi yang p...

Theory without practice should be illegal. Integrasikan siswa dalam pembelajaran Experiential Learning!

Gambar
Coba bayangkan jika kamu diminta untuk datang ke danau yang luas. Kamu ditugaskan untuk menggali tanah dan mencari cacing-cacing, menemukan pohon-pohon indah, mengamati jenis-jenis burung, dan mencelupkan kaki di air danau yang dingin bersama dengan ikan-ikan. Apakah kamu akan merasa terbebani dengan kegiatan-kegiatan tersebut? Adakah rasa mengantuk atau bosan yang melandamu? Tentu tidak, terlebih jika kamu belum pernah melihat danau sebelumnya. Kegiatan tersebut begitu nyata dan menyenangkan, hingga tidak ada yang mengira bahwa acara “jalan-jalan” tersebut ternyata merupakan proses belajar materi ekosistem pada pelajaran IPA. Meskipun tanpa buku dan teori-teori berbentuk tulisan, kamu tetap dapat belajar dengan cara turun melihat, mengamati, merasakan, pengalaman secara langsung. Pada contoh sebelumnya, misalnya, benda-benda di alam memungkinkan kita untuk belajar mengenai ekosistem. Tak hanya sekadar membaca pengertian tanah melalui buku teks, melainkan langsung diajak “meraba” pem...

Belajar Dari Perspektif Lingkaran Kecil

Gambar
Ada yang bilang, jangan mengeluh dan memprotes tanah yang kamu tempati. Tapi bagaimanalah, belajar di jurusan pendidikan membuatku melihat dengan jelas potret pendidikan negara ini. Potret yang masih menunjukkan kelabilan, kebingungan, dan ketidakmampuan melakukan hal yang paling vital sekalipun. Setidaknya itulah yang saya pikirkan ketika sedang mengerjakan RPP untuk persiapan mata kuliah Microteaching. Saya harus memperbaiki RPP saya karena ada mata pelajaran Matematika pada pembelajaran tematik yang akan saya ajarkan. Rupanya, sejak beberapa tahun lalu pelajaran Matematika sudah dipisahkan dari buku tematik. Saya pun harus mencari lagi buku tematik terbaru yang sudah direvisi di internet. Entah kenapa hal ini membuat saya kesal sendiri. Bukan, bukan kesal karena mencari buku tematik lagi. Saya membayangkan ada sekolah sekolah yang berada di kota, akan dengan mudah menyesuaikan diri dengan kurikulum yang baru. Sekolah di kota sih bisa saja mendapat buku tematik terbaru dengan cepat...

For Those Who Feel Left Out In Their Studies

Gambar
"We may be different, but it doesn’t make us less." Hari ini, saya mengerjakan suatu tugas kuliah yang kebetulan membutuhkan waktu lama sekali untuk menyelesaikannya.  Tugas ini memang tidak ada deadline - nya, jadi saya sengaja tidak terlalu ngebut mengerjakannya .  Pokoknya take time sampe bener-bener paham lah. Tapi s aking pelannya, saya tak sadar waktu  sudah   berlalu 3 jam lamanya.  Satu jam untuk m empelajari , satu setengah jam  mengetes soal , dan kurang lebih satu jam untuk mengerjakan 10 soalnya. Mungkin kalian akan bertanya tanya sesusah apa sih soal ini, kok sampe ngerjain 3 jam gak selesai selesai. Ya, memang segini waktu yang saya butuhkan agar benar-benar memahami tugas kali ini.  Soal ini sebenarnya bisa lebih cepat dikerjakan oleh kalian yang punya kapasitas otak lebih dari saya.   Saya punya teman yang lebih jago hitungan daripada saya, dan dia hanya butuh waktu 15 menit memahami materi dan 15 menit selanjutnya mengenali pola ...

Dwibahasa Bagi Perkembangan Bahasa Anak, Hambatan atau Bukan?

Gambar
Maraknya perpindahan penduduk ke daerah yang berbeda bahasa adalah hal yang tak dapat dihindari. Karena bermacam-macam kepentingan, banyak keluarga memutuskan untuk pindah dari satu daerah ke daerah lain yang berbeda wilayah, budaya, dan tak terkecuali, bahasa. Perpindahan penduduk seperti transmigrasi, urbanisasi, ruralisasi, imigrasi, maupun emigrasi biasanya diputuskan oleh orangtua, dan perpindahan ini seringkali melibatkan anak usia prasekolah yang sedang mengalami proses pemerolehan bahasa. Setiap anak mempunyai bahasa pertamanya yang dipelajari di dalam keluarga dan lingkungan sekitar. Ketika anak tiba-tiba pindah ke lingkungan sekolah atau masyarakat yang bahasanya berbeda dengan bahasa pertamanya, perkembangan bahasa pertama bisa saja menghambat anak untuk berbicara. Anak bisa kesulitan untuk memproduksi kata dan kalimat yang dapat mengganggu proses belajar dan komunikasinya.                 Dwibahasa adalah kemampuan menggu...

Efektivitas, Manfaat, dan Seni Mendongeng Untuk Pendidikan Anak

Gambar
Mendongeng adalah praktik literasi kaya manfaat yang telah dilakukan turun temurun dalam budaya kita. Dongeng cerita-cerita rakyat di sekitar kita seperti kisah Kancil hingga Roro Jonggrang, misalnya. Didalamnya terdapat moral, pembelajaran, dan budaya yang kental, bukan? Dongeng-dongeng tersebut tentu tak akan sampai di telinga kita tanpa adanya orang yang bercerita kepada kita. Biasanya, dongeng disampaikan oleh orangtua untuk memberi pengajaran kepada anak-anak agar generasi muda dapat mengambil pelajaran dari peristiwa yang terjadi. Maka dari itu, mendongeng dapat ikut mewariskan budaya dan menjadi bagian dari kearifan lokal yang diceritakan generasi terdahulu. Tetapi akibat arus zaman, mendongeng tidak lagi dianggap sebagai hal yang relevan untuk diberikan kepada anak. Meceritakan dongeng dianggap sepele dan kuno. Bahkan, beberapa orangtua lebih senang memberikan gadget kepada anak dibandingkan repot-repot menghibur anak dengan bercerita. Padahal, banyak sekali manfaat mendongeng,...

Belajar Dari Guru-Guru di Daerah Pedalaman

Gambar
Merebaknya wabah Covid-19 menyebabkan banyak perubahan dalam bidang pendidikan, salah satunya KBM di sekolah yang diganti dengan belajar di rumah. Hal ini mengharuskan guru sekolah untuk menggunakan metode belajar yang tentu berbeda dari biasanya, tak terkecuali Anizar Meuraxa, guru SD 01 Bireun, Kabupaten Aceh. Saya dan teman-teman saya berkesempatan untuk wawancara secara virtual dengan beliau mengenai caranya mengajar di daerah terpinggir Indonesia. Ketika guru-guru kebanyakan mengajar dengan sistem daring (online) jarak jauh, beliau justru harus berkeliling rumah siswa-siswanya untuk mengajar. Hal ini dikarenakan murid serta orangtua di desa Bireun belum mempunyai sarana yang memadai untuk dapat melakukan pembelajaran online. "Tidak banyak yang punya gawai pintar di wilayah pedesaan Bireun" jelas guru yang akrab disapa Amna ini. Menurutnya, pembelajaran dirasa tidak bisa efektif kalaupun dilaksanakan online karena kompetensi tidak bisa tercapai jika tidak belajar secara t...