Postingan

Hakikat Pendidikan, Mengapa Kita Belajar?

Gambar
"Pendidikan adalah untuk memanusiakan manusia", Begitulah kalimat yang dilontarkan kakak tingkat kami ketika masa orientasi di fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan kala itu. Fakultas ini adalah salah satu fakultas yang tertua di kampus kami, Kampus Putih. Aku rasa, selain gedung yang bercat putih, Kampus Putih mempunyai simbol kebaikan dan kesucian yang ingin ditonjolkan. Lupakan cerita tentang kampusku. Aku ingin bicara tentang hakikat pendidikan. Di jurusan pendidikan khususnya di sini, ada satu mata kuliah wajib bernama Filsafat Ilmu. Salah satu bahasan matkul ini menilik bagaimana ilmu berkembang dan bagaimana ia dapat membangun peradaban, dari zaman prasejarah hingga sekarang. Sejak dulu, pendidikan adalah sesuatu yang menjadi "alat" bagi manusia untuk melanjutkan hidup. Pada zaman sulit, manusia mempertahankan diri dengan cara mempelajari lingkungan sekitarnya. Agar seseorang mendapat makanan, ia harus berburu. Untuk berburu, ia membutuhkan senjata. Mel...

Anak di Lingkungan Kompetitif (Sebuah Opini)

Gambar
Masa penerimaan siswa baru telah dimulai. Ada yang senang karena dapat diterima di sekolah favorit, ada yang bersedih hati karena gagal diterima dan harus masuk ke sekolah yang tidak favorit. Terkadang tidak hanya siswanya saja, orangtua juga tak kalah sedih. Mereka khawatir, kira-kira bagaimana anakku dapat berkembang dengan baik di sekolah yang tidak favorit? Perspektif tadi bukannya tidak berdasar. Masyarakat seringkali berpandangan bahwasannya penting untuk kita berkumpul diantara orang-orang cerdas. Ketika kita gagal mendapat tempat diantara orang-orang yang terbaik, ada yang seringkali merasa tertinggal, rendah diri, tak layak, hingga bodoh. Suatu paradigma yang biasa di lingkungan kita, dimana standar kepintaran seseorang ditentukan oleh dimana dia sekolah, apa almamaternya. Namun bagi saya, dimana kita berada tidak mutlak mencerminkan diri kita yang sebenarnya. Saya sudah pernah menjadi orang biasa diantara orang orang terbaik. Dan juga pernah menjadi yang terbaik di tengah...

Menjadi Guru dan Murid Sekaligus

Gambar
Dalam hidup saya, Saya menjadi guru dan murid sekaligus. Ketika saya menjadi guru, saya belajar dari anak anak murid. Belajar bagaimana mereka melakukan sesuatu dengan cara serta sudut pandang mereka masing-masing. Ada yang baru, ada yang unik. Semua hal itu turut memberi andil bagi saya, seorang guru yang semangat mencari ilmu sebanyak banyaknya agar selalu punya suplemen pengetahuan untuk dibagi. Saya juga adalah seseorang yang diajar—seorang murid. Label murid akan selalu melekat selama saya menuntut ilmu. Apalagi prinsip "lifelong education" menjadikan saya seorang "murid" terus sepanjang hidup. Selama saya belajar, dari SD hingga berkuliah saya biasa diajar oleh guru/dosen yang punya bermacam-macam sifat. Ada yang passionate mengajar, ada yang asal-asalan, ada yang seperlunya saja, ada yang bepikir "yang penting sudah memenuhi jam mengajar". Melalui hal tersebut, saya pun belajar bagaimana menjadi guru yang baik dari melihat tabiat-tabiat guru...

Apresiasi Konten-Konten Kreator Kreatif Kita!

Gambar
Bagi saya, tak mudah sama sekali membuat website yang bagus dan penuh dengan konten-konten berkualitas. Jangankan konten, mengelola blog itu sendiri saja susah. Tetapi, baru-baru ini saya menjumpai website keren sewaktu searching  metodologi penelitian buat bikin tugas makalah, yaitu laman referensi ilmu Sosiologi yang namanya sosiologis.com (sabi banget kalo mau dicek!). Sesuai sama namanya, web ini banyak bahasan yang masuk ruang lingkup sosiologi gitu. Tapi web ini juga menyediakan konten-konten umum kaya segmen buat  review film, opini, bahkan sampai ke informasi pendidikan juga. Pertama kali masuk ke lamannya saya langsung terkesima, seeneng banget liat website kaya gini! Rapih, simple yet effective, dan tulisan-tulisannya berbobot. Ini nih ciri-ciri website serius yang pantes buat dapat apresiasi. Maka ketika saya mengunjungi lamannya, saya sempatkan waktu mengklik iklan yang ada di sela-sela artikelnya si sosiologis.com ini. Aksi simpel, tapi masih banyak yang bel...

Antara Sistem dan Mental Dibalik UN MTK

Gambar
Hari ini, Selasa 2 April 2019 rupanya baru gempar oleh angkatan adik kelas yang baru ujian nasional MTK SMA. Di tahun ini saya menemui hal familiar dalam UN tahun ini dengan tahun sebelumnya, yakni Instagram account @kemendikbud.ri yang penuh dengan keluh kesah para siswa karena sulitnya soal UN mata pelajaran Matematika yang mereka kerjakan. MASIH. Masih saja soal-soal UN tahun ini dibuat sulit dengan dalih "Ini untuk menaikkan kualitas pendidikan.." atau "Ini agar siswa terbiasa berpikir secara high order.." dan membodoh-bodohi kami para siswa dengan cara memberi nilai yang jeleknya gak tanggung-tanggung. Lagi-lagi terjadi di tahun ini dengan kasus sama. Cuma bedanya di angkatan saya kemarin sampe ada gimmick sama hoax segala, yang memperparah suasana. mendapati medsos ramai membicarakan ini. Buat saya ini menyedihkan. Sampai siswa-siswa seluruh Indonesia pada ngeluh di IG-nya Kemendikbud, dan ada yang kira komenannya cuma buat cari sensasi. Tapi n...

GCED Youth Online Course

Gambar
In a normal day I was just scrolling my Line timeline while fully aware that my midterm exams are just around the corner. It was quite normal to see me chill at some risky situations such as that day because I'd like to keep things in a "yolo" way and so I kept on scrolling until I found an interesting post about a course that involves Global Citizenship Education. Whats this? I wonder, and in the description I read that this course is a must for youth who are interested in topics such as education, sustainable development, human rights, peace, diversity etc. As a person who likes to engage myself into social activities and I am currently pursuing an education to be a teacher, this post had my full attention. It sparks curiosity to my mind so I decided to follow the information on the timeline that follows me to a website with the name  www.gcedonlinecampus.org . Soon I learned that the website is powered by a well know institution shadowed by the United Nations, the o...

Book Summary: Imperfect Courage

Gambar
Imperfect Courage (2018) by Jessica Honegger, Live a Live of Purpose by Leaving Comfort and Going Scared. Kagum bgt bgt bgt sama penulisnya! Sebagai orang yang juga sering takut buat keluar dari zona nyaman dan nyoba hal baru, aku juga punya courage yang imperfect. Tapi sometimes, in order to achieve greater things, we have to stand out and speak. Itu yang diajarkan buku Imprefect Courage. Ada beberapa hal lain yang jadi poin buku ini, yaitu: Choose courage over comfort. Bisa dengan cara: -Speak up! Tidak akan ada perubahan kalo kita gak ngomong. -Jauhkan takutmu, cobalah untuk berani. Seperti Honegger yang tidak pernah tahu menahu tentang dunia bisnis, dengan "kenekatan" mengadakan lelang perhiasan demi mendapat uang untuk mengadopsi anak Afrika. Beliau tak pernah menyangka bahwa kenekatan itu akan menjadi cikal bakal usaha perhiasan beromzet jutaan dolar yang dapat menjadi sumber pendapatan wanita-wanita Afrika dan dunia. Put yourself at the center of the conve...